Kamis, 10 Juni 2010

ke-gagap-an

les bahasa inggeris dgn native speaker, buat saya, bisa disebut salah satu cara buat nambahin pede kalo ngomong sm orang asing. Buleleng lah maksudnya. Kali-kali di malioboro ntar ketemu bule mau beli cendol terus bisa bantu translate-in ke tukang cendol.nya, terus si buleleng tersepona and then... *oke ini bisa dibilang imajinasi sinetron, klasik, dan k a m p u n g a n. Dan ga penting banget les dgn native speaker cuma buat mengabulkan angan2 membantu bule yg mau beli cendol, haaah..?! *beli cimol kek (?!?!)

yak jadi begini kejadianya,
TKP : lembaga kursus bahasa inggris dgn model *entah model, entah maskot, entah simbol, entah pemegang saham terbesar pokonya foto artis yg tenar karna ngomong bhs indo.nya "bechyek" ini, sering terpampang di iklan promo lembaga ini.

Diskusi dimulai membahas tentang anak yang dititipkan di panti asuhan karna Ibunya gabisa biayain hidupnya, Ayahnya mati dipenjara.
Pas si Anak udah besar, anyway si anak namanya Lynn. (diulang) Pas si Lynn udah besar, ceritanya kita berperan sbg temannya. Nah disini diminta pendapat kita gimana kalo si Lynn nyari ortu kandungnya? Kamu dukung ato ga? dll.

Ella (si guru saya) : So who's gonna support Lynn to find her birth mother?

Temen sekelas mengangkat tangan semua, kecuali aku. Gatau kenapa ak ga angkat tangan aja, biar pendapat smua sama - jadi Ella ga perlu nanyain alesanku - jadi tidak ada kegagapan memalukan.

Ella : why indy?

Aku : hmmmmm cos ai tink Lynn just gonna get rejection from her birthmother. (kedengerannya ak kaya uda bisa ngeliat masa depan Lynn, kedengeran ak spt Indy Lauren. Padahal itu satu2nya alesan yg nongol di otakku)


Ella : how can u think like that?


Aku : yaaah (ekspresi meyakinkan pdhal..) cause there are so many hmmmmm apa itu hmmmkemungkinan hmmm... ?? <-- dimulai kegagapan


Ella + temen skelas :
posibillity..!

Aku :
yup posibillities!!

Ella : ok would u guys help her to find her birthmother?
temen sekelas : absolutely

(dasar dari awal aku uda beda, jadilah tiap pertanyaan ak harus mengungkapkan pendapatku yg beda itu)
Aku : ya Ellaa, just being her driver
Ella : ok <-- sounds not interested

Next Question

Ella : apa yg bakal kalian sampaikan ke dia soal tindakannya dia?

Temen sekelas menjawab dengan jawaban yang hampir kompak.
Saya selalu menjadi spotlight kalo lagi menjawab. Bukan karna jawaban saya bijak, melainkan karna cara saya menjawab, mengundang pandangan orang a.k.a banyak gerak (panik) dan menurut saya, jawaban saya agak nyambung (sedikit) dgn inti masalah. Mungkin dalem hati mereka : "Astaga makhluk ini ngomong apa? bhs inggrisnya tingkat jongkok hampir melata"

akhirnya ak jawab
Aku : actually i have two hmmmmmmmm... ajddoedjknscjkbsjcajhn kdabdjbchjjdvchwvcwjbjcwb???!?

Kegagapan mencapai klimaks. Otak stop berpikir. Ak keluarin apa yg tersisa di otak saat itu, yg tersisa ialah "hanacaraka datasawala padhajayanya.."

Mungkin Ella + temen sekelas dalem hati ngomong : "YA TUHAN, segera saja kau bereskan barang2mu dan enyahlah dari kelas ini.."

Diskusi berakhir, si Ella minta kertas dikumpulkan. Pas itu ada yang berbisik : "coba kau tulis beberapa pujian untuk si EllaBerhala agar kau bisa duduk di kelas level selanjutnya"
aku merespon sangat cepat.
Aku tulis beberapa pujian dan banyak cercaan untuk EllaBerhala. oh tidak. (diulang) Aku tulis beberapa pujian dan banyak sanjungan untuk EllaWaralaba (haaah?!)

Aku : Ellaa, i wrote something for u behind the paper

Kelas selesai. Kita pulang.



buat Ella kalo dia baca :

"Dear Ella, I'm not stupid I'm just extremely Idiot.
I begging you to put my name in next level class."

Tidak ada komentar:

Posting Komentar